MEMBUAT MAKALAH TENTANG CONTOH ALGORITMA KRIPTOGRAFI KLASIK
MEMBUAT
MAKALAH TENTANG CONTOH ALGORITMA KRIPTOGRAFI KLASIK
TUGAS KRIPTOGRAFI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah
kriptografi
Disusun oleh :
IVAN
MUSSADIQ 17190598
Program
Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika
Universitas
Bina Sarana Informatika
Jakarta
2021
i
KATA PENGANTAR
Puji
syukur alhamdulillah,kami panjatkan kehadiran Allah SWT,yang telah melimpahkan
rahmat dan karunianya sehingga pada akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini
dengan baik,adapun judul tugas yang kami ambil sebagai berikut “Membuat Makalah
Tentang Contoh Alogaritma Kriptografi Klasik”.
Adapun tujuan dari pembuatan tugas ini
adalah unutk memenuhi tugas matakuliah “Kriptografi”dan tak lupa penulis
berterimakasih kepada Bapak Achmad Sumbaryadi sekalu dosen mata kulian Kriptografi
di universitas Bina Sarana Informatika yang telah memberikan kami tugas yang
bermanfaat ini.
Meskipun dalam penulisan makalah ini kami banyak menemukan hambatan dan
kesulitan,tetapi karena motivasi dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya
dapat terselesaikan.
Ucapan terimakasi pun tidak lupa kami
ucapkan kepada pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini
yag tidak dapat kami sebutkan satu persatu.kami berharap agar skripsi ini dapat
bergunan dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna oleh karena
itu masukan berupa kritikan dan saran sangat kami harapakan demi penyempurnaan
makalah ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih
ii
ABSTRAKSI
Algiritma Kriptografi Klasik
Kriptografi adalah ilmu
dan keahlian untuk menjaga keamanan pesan yang pribadi dan rahasia. Pengirim
pesan akan mengkodekan sementara penerima pesan melakukan decoding. Proses
enkripsi dan decoding menggunakan kunci rahasia yang telah diselesaikan oleh sumber
dan penerima pesan. Untuk lebih mudah mendapatkan giliran acara kriptografi,
maka dalam makalah ini akan disajikan kriptografi dan kriptografi tradisional
hari ini. Kriptografi gaya lama yang akan dipusatkan terdiri dari tiga model,
yaitu: Caesar Code, Vigenere Code, dan Slope Code, sedangkan kriptografi saat
ini lebih ditekankan Jenis kunci yang digunakan adalah: simetris, tidak rata
dan crossover. Motivasi di balik tulisan ini dibuat adalah untuk berbicara
tentang perbedaan antara perhitungan kriptografi tradisional dan kriptografi
hari ini, baik sejauh bagaimana fungsinya, karakter yang digunakan dan tingkat
keamanan pesan. Sedangkan teknik yang digunakan adalah hasil audit tulisan dari
beberapa karya sastra misalnya, buku harian; pembicaraan; dan buku-buku yang
berhubungan dengan kriptografi. Kriptografi tradisional bekerja dalam mode
karakter, memanfaatkan huruf dari kumpulan huruf (A - Z) dan algoritma yang
digunakan cukup sederhana untuk memungkinkan ciphertext menjadi diselesaikan
secara efektif, meskipun perhitungan hari ini untuk sebagian besar bekerja di
bit berpasangan (0 dan 1) yang dibentuk dari kode ASCII (American Standard Code
for Information.) kemudian dibuat sedemikian kompleks kriptanalisis sangat
menantang membuat pertukaran) kemudian, pada saat itu, menjadi sangat sulit
memecahkan ciphertext tanpa mengetahui kuncinya.
Iii
DAFTAR ISI
Lembar Judul Tugas ..................................................................................................i
Kata Pengantar
.........................................................................................................ii
Abstrak
....................................................................................................................iii
Daftar
Isi...................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah............................................................................1
1.2
Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3
Tujuan Penelitian.......................................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Kriptografi Klasik ..............................…............................…3
2.2
pengertian Kriptografi menurut para ahli...................................…….......3
2.3
Sejarah Kriptografi…….............................…………..……….…........…4
2.4
Jenis-jenis Kriptografi……..…….............………..….....…..……….......4
BAB III PEMBAHASAN
3.1
Alogaritma kriptografi Klasik...................................................................7
3.2
Jenis Alogaritma Kriptografi klasik..........................................................7
3.3
Ciri-Ciri Kriptografi klasik........................................................................7
3.4
Kelemahan Pengkodean Kriptografi Klasik..............................................7
BAB IV PENUTUP
4.1
Kesimpulan................................................................................................8
4.2 Saran..........................................................................................................8
iv
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
latar
belakang masalah
Sejarah kriptografi
awal mula pada masa kejayaan bangsa yunani sekitar tahun 400 Sm. Alat yang
digunakan untuk membuat pesan tersembunyi dimasa peradapan yunani dinamakan
scytale.
Kriptografi berasal
dari bahasa yunani yaitu crypto (rahasia) dan graphia (tulisan/writing).
Menurut terminology adalah ilmu mengenai teknik enkripsi dimana naskah asli
(plaintext) diacak menggunakan suatu kunci enkripsi menjadi naskah acak yang
sulit dibaca (ciphertext) oleh seseorang yang tidak memiliki kunci deskripsi.
Secara emitologi kata
kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa yunanu, yaitu kryptos yang
artinya yang tersembunyi dan graphein yang artinya tulisan (prayudi, 2005)
Awal mula kryptografi
dipahami sebagai ilmu tentang menyembunyikan pesan. Tetapi seiring perkembangan
zaman hingga saat ini pengertian kriptografi berkembang menjadi ilmu tentang
teknik matematis yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan keamanan berupa
privasi dan otentikasi (deffie, 1976)
Kriptografi klasik
merupakan kriptografi dalam pembuatanya maupun analisisnya sama sekali tidak
melibatkan computer atau perangkat mesin. Alat-alat yang tidak tergolong dalam
perangkat mesin modern sama sekali. Sebelum computer ada, kryptografi dilakukan
menggunakan pensil dan kertas.
Alogaritma kryptografi
(chipper) yang digunakan saat itu dinamakan juga alogaritma klasik berbasis
karakter, yaitu enkripsi dan deskripsi dilakukan pada setiap karakterpesan.
Semua alogaritma klasik
termasuk ke dalam system kriptografi simetris dan digunakan jauh sebelum
kriptografi kunci public ditemukan.
1
1.2
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas,maka
rumusan masalahnya yaitu:
a. Sejarah
kriptografi?
b. Penegrtian
Kriptografi?
c. Awal mula kriptografi?
1.3
TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dari
penyusunan makalah ini yakni mengenalkan lebih dalam algoritma kriptografi
klasik, jenis-jenis algoritma kriptografi klasik, ciri-ciri algoritma kriptografi
klasik.
2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian
Kriptografi Klasik
Kriptografi
klasik adalah kriptografi dalam pembuatanya maupun analisanya sama sekali tidak
melibatkan computer atau perangkat mesin. Alat-alat alat yang digunakan
berkutat pada pemanfaatan kertas, pena batu, serta alat-alat lain yang tidak
pergolong dalam perangkat mesin modern sama sekali
2.2
Pengertian
Kriptografi menurut para ahli:
Menurut
Prayudi (2005) secara emitologi kata kriptografi (cryptography) berasal dari
bahasa yunanu, yaitu kryptos yang artinya yang tersembunyi dan graphein yang
artinya tulisan.
Menurut
Deffie (1976) awal mula kryptografi dipahami sebagai ilmu tentang
menyembunyikan pesan. Tetapi seiring perkembangan zaman hingga saat ini
pengertian kriptografi berkembang menjadi ilmu tentang teknik matematis yang
digunakan untuk menyelesaikan persoalan keamanan berupa privasi dan otentikasi.
Menurut Oppliger (2005) kata
kriptografi berasal dari bahasa yunani “kryptos” yang berarti tersembunyi dan
“graphein” yang berarti tulisan. Sehingga kata kriptografi dapat diartikan
berupa frase “tulisan tersembunyi”. Menurut Request for Comments (RFC),
kriptografi merupakan ilmu matematika yang berhubungan dengan tranformasi data
untuk membuat artinya tidak dapat dipahami (untuk menyembunyikan maknanya).
Menurut Talbot dan Welsh (2006)
sebuah teknik rahasia dalam penulisan dengan karakter khusus dengan
mengggunakan huruf dan karakter diluar bentuk aslinya, atau dengan metode lain
yang hanya dapat dipahami oleh pihak-pihak yang memproses kunci, secara umum
dapat di artikan sebagai seni menulis atau memecahkan Cipher.
Menurut Oorschot dan Vanstone (1996)
Kriptografi adalah suatu studi teknik matematika yang berhubungan dengan aspek
keamanan informasi seperti kerahasiaan, intergritas adata, otentikasi entitas
dan otentikasi keaslian data.
3
2.3 Sejarah kriptografi
Sejarah
penulisan rahasia tertua dapat ditemukan pada peradapan mesir kuno, yakni tahun
300 SM. Bangsa mesir menggunakan ukiran rahasia yang disebut dengan
hieroglyphics.
Pada
zaman romawi kuno Julius Caesar mengirimkan pesan rahasia kepada panglima
perang dengan mengganti susunan alphabet dari:
a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t
u v w x y z.
menjadi:
d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w
x y z a b c.
Awal
tahun 400 SM bangsa Spartan diyunani memanfaatkan kriptografi dibidang militer
dengan menggunakan alat yang disebut scytale, yakni pita panjang berbahan daun
papyrus yang dibaca dengan digulungkan ke sebatang silinder.
Sejarah
kriptografi bangsa Arab dapat dibaca pada seri buku Arabic Origins of
Cryptology, yang diterbitkan oleh king Faisal center for research and Islamic
Studies, Arab Saudi
2.4 Jenis –jenis kriptografi
a.
Vigenere cipher
Vigenere cipher mungkin adalah contoh
terbaik dari cipher alphabet-majemuk „manual‟. Algoritma ini dipublikasikan
oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) perancis, Blaise de Vigènere pada
abad 16. Vigènere cipher dipublikasikan pada tahun 1586. Cipher ini berhasil
dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan abad 19. Vigènere cipher
digunakan oleh tentara Konfiderasi (Confederate Army) pada perang sipil Amerika
(American Civil war).
Vigènere cipher sangat dikenal karena
mudah dipahami dan diimplementasikan. Cipher menggunakan bujursangakar Vigènere
untuk melakukan enkripsi. Kolom paling kiri dari
4
bujursangkar
menyatakan huruf-hurf kunci, sedangkan baris paling atas menyatakan hurufhuruf
plainteks. Setiap baris dalam bujursangkar menyatakan huruf-huruf cipherteks,
yang mana
jumlah pergesaran huruf plainteks
ditentukan nilai numerik huruf kunci tersebut ( yaitu, A = 0, B = 1, C = 2,…, Z
= 25).
Bujursangkar vigenere digunakan untuk memperoleh cipherteks dengan menggunakan kunci yang sudah ditentukan. Jika panjang kunci lebih pendek dari pada panjang plainteks, maka kunci diulang penggunaanya (sistem periodik).
b.
Autokey Cipher
Kriptografi Autokey adalah pengembangan
dari kriprografi Caesar dan Vigenere. Cara melakukan enkripsi sama seperti
kedua kriptografi sebelumnya. Pada kriptografi Autokey juga digunakan sebuah
kata sebagai kunci. Kunci ini kemudian diikuti dengan plaintext sehingga
membentuk huruf-huruf yang sama panjang dengan plaintext. Urutan hurufhuruf ini
yang akan digunakan sebagai kunci pada saat enkripsi. Rumus yang berlaku untuk
kriptografi Autokey sama seperti Caesar dan Vigenere.
5
c. Reverse Cipher
Adalah
contoh kriptografi klasik yang menggunakan substitusi yaitu mengganti satu
huruf dengan huruf lain ataupun mengubah suatu kalimat dengan menuliskan setiap
kata secara terbalik.
Pada
kriptografi kolom (column cipher), plaintext disusun dalam kelompok huruf yang
terdiri dari beberapa huruf. Kemudian huruf-huruf dalam kelompok ini dituliskan
kembali kolom per kolom, dengan urutan kolom yang bisa berubah-ubah.
d. Zig-Zag Cipher
Pada
kriptografi kolom Triangle, plaintext disusun dalam kelompok huruf yang terdiri
dari beberapa huruf. Kemudian huruf-huruf dalam urutan kolom yang dimasukkan
secara pola segitiga.
e. Super Enkripsi
Kombinasi
Antara Cipher Substitusi (Caesar Cipher) dan Cipher Tranposisi (Column Cipher).
Sehingga memperoleh Cipher yang lebih kuat (Super) dari pada Satu Cipher saja.
6
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Alogaritma Kriptografi Klasik
Sebelum komputer ada,
kriptografi dilakukan menggunakan pensil dan kertas. Algoritma kriptografi
(cipher) yang digunakan saat itu, dinamakan juga algoritma klasik, adalah
berbasis karakter, yaitu enkripsi dan dekripsi dilakukan pada setiap karakter
pesan. Semua algoritma klasik termasuk ke dalam sistem kriptografi simetris dan
digunakan jauh sebelum kriptografi kunci publik ditemukan.
3.2
Jenis Alogaritma Klasik
Algoritma klasik
dikelompokkan dua macam jenis:
a.
Ciper Substitusi ( substitution cipher)
didalam ciper substusi setiap unit plainteks diganti dengan satu unit
chiperteks.
b.
Ciper transposisi ( transposition
cipher) huruf-huruf didalam plainteks tetap saja, hanya urutanya saja diubah.
Dengan kata lain algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian karakter
dalam teks.
3.3
Ciri-ciri Kriptografi Klasik
Ciri khas dari
kriptografi klasik adalah lebih berbasis pada karakter, baik karakter tulisan
maupun karakter pesan yang disampaikan. Ciri lainnya verupa penggunaan
alat-alat yang terbilang tradisional karena pada waktu kemunculanya belum
mengenal computer yaitu menggunakan kertas dan pena.
3.4 Kelemahan
pengkodean kriptografi klasik
Kelemahan pengkodeannya terletak semakin cepat pemrosesan suatu mesin,
maka proses deskripsi dilakukan tanpa harus mengetahui kunci yang diberikan.
Kelemahan-kelemahan kriptografi klasik ini terletak pada alogaritmanya yang
terkaku sederhana. Selain itu kerahasiaan alogaritmanya tidak terjamin dan
mudah terbongkar.
Alogaritma Kriptografi klasik dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Cipher subitusi, setiap unit plainteks diganti dengan satu unit
cipherteks. Satu unit disini berarti satu huruf, pasangan huruf atau
dikelompokkan lebih dari dua huruf.
Cipher transposisi, huruf- huruf didalam plainteks tetap saja, hanya
saja urutanya diubah. Alogaritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian
karakter didalam teks.
7
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa Algoritma Kriptografi Klasik ini merupakan kriptografi
zaman dahulu untuk menjaga keamanan pesan yang pribadi dan rahasia. Pengirim
pesan akan mengkodekan sementara penerima pesan melakukan decoding.
4.2 Saran
Adapun Saran-saran yang ingin disampaikan di antaranya adalah:
1. Diharapkan pula di masa mendatang Mahasiswa/i ini dapat menjelaskan dengan
jelas tentang algoritma kriptografi klasik.
2. Diharapkan Mahasiswa/I dapat
memahami lebih dalam algoritma kriptografi klasik.
3. Diharapkan di masa mendatang, mahasiswa/i dapat menghafal
jenis, ciri, serta kegunaan algoritma kriptografi klasik pada zaman dulu.
8


Komentar
Posting Komentar